Sunday, February 8, 2015

Cara menghitung pendapatan dari program Google AdSense

Halo… apa kabar, rekan-rekan? Bagaimana kegiatan cari uang online-nya? Semoga selalu lancar yah. Amiiinn.

Kali ini saya akan membagi sedikit informasi tentang bagaimana menghitung pendapatan dari program Google AdSense. Informasi ini mungkin berguna khususnya bagi Anda para pegiat yang masih pemula dalam kegiatan cari uang online.

Kalau saya pribadi sih, sebenarnya malas untuk mengetahui bagaimana cara Google menghitung pendapatan saya dari program Google AdSense mereka itu. Tapi karena beberapa rekan pembaca blog ini pernah menanyakan hal tersebut, maka saya menyempatkan diri untuk mencari tahu tentang hal ini. Dan ternyata, cukup banyak informasi mengenai cara menghitung pendapatan dari program Google AdSense ini di internet, baik yang berbahasa Indonesia, terlebih lagi yang berbahasa Inggris. Berikut ini saya menuliskannya kembali, khusus untuk Anda.

Tapi sebelumnya, Anda harus memahami dulu poin-poin apa yang dimasukkan oleh Google untuk menghitung pendapatan tadi. Mari kita mulai.

Pendapatan Google AdSense (for content) dihitung dengan menggunakan rumus berikut:



Clickthrough value of the Ad
Adalah berapa banyak biaya yang diberikan oleh advertiser/pengiklan untuk setiap klik pada iklan yang mereka pasang.
Keterangan: advertiser/pengiklan adalah mereka yang join program AdWords. Mereka bisa mengatur berapa banyak budget untuk iklan mereka (dan Google tidak akan melewati batas tersebut). Ini berpengaruh pada seberapa sering iklan mereka tampil.

Payout Rate
Persentase dari pembayaran yang akan diberikan Google pada setiap iklan yang di-klik. Persentase ini ditentukan oleh Google.

Click through rate of the Ad
Berapa kali iklan tersebut di-klik pada kurun waktu tertentu, DIBAGI dengan berapa kali iklan tersebut tampil dalam kurun waktu yang sama.

Web page Traffic
Adalah berapa banyak pengunjung ke website Anda.

Frequency of Ad
Adalah berapa kali iklan tersebut tampil di web Anda secara keseluruhan.

Contoh:

Clickthrough value of the Ad = 50 cents atau $ 0.50
(Pengiklan adwords membayar pada Google $ 0.50 untuk setiap klik pada iklannya).

Payout Rate = 50% atau 0.5
(Asumsi ini didasarkan atas pengalaman banyak pakar bahwa Payout Rate yang paling banyak memberikan hasil adalah sebanyak itu).

Click through rate of the Ad = 0.09
(misalnya iklan tersebut dimunculkan oleh Google sebanyak 100 kali dalam sehari dan di-klik oleh 9 orang).

Web page Traffic = 150
(ada 150 pengunjung ke halaman tersebut)

Frequency of Ad. = 100
(iklan tersebut dimunculkan 100 x dalam sehari, lihat penjelasan tentang Click through rate of the Ad di atas).

Maka pendapatan Anda dalam sehari dari program Google AdSense (for content) adalah:



Demikianlah sedikit pengetahuan tentang bagaimana menghitung pendapatan dari program Google AdSense, khususnya untuk konten. Semoga bermanfaat dalam mengembangkan kegiatan cari uang online Anda.




Thursday, December 25, 2014

Cari uang online dengan menjadi reseller dropship

Belakangan ini saya sedang bersemangat menularkan semangat kewirausahaan atau entrepreneurship kepada mahasiswa-mahasiswa saya. Karena pengalaman wirausaha yang telah saya miliki baru dalam bidang bisnis online, maka itulah yang akan saya bagi ke mereka. Yah walaupun bidang utama (pendidikan dan pekerjaan formal) saya lumayan gak nyambung dengan bisnis-bisnisan. ^_^

Sebenarnya pengalaman berbisnis online ini dalam beberapa kesempatan perkuliahan telah saya sisipkan, khususnya mengenai teknik online marketing-nya.

Salah satu skema berbisnis online yang saya bagi itu adalah tentang reseller dropship. Perkembangan media sosial yang pesat memungkinkan siapapun berpeluang untuk sukses dalam bisnis online model reseller dropship ini. Ya, karena mereka dapat memasarkan produk yang mereka jual melalui akun media sosial (seperti facebook, twitter, instagram dan youtube) dan berbagai platform chatting (BBM, Line, WeChat, Whatsapp) yang sangat mewabah saat ini.

Model reseller dropship ini sekilas mirip dengan program afiliasi yang selama ini saya tekuni. Perbedaan utamanya adalah bahwa dalam reseller dropship ini pemesanan barang ke penyedia dilakukan oleh kita sebagai perantara antara calon pembeli dan pemilik barang. Sementara kalau dalam program afiliasi kita hanya mengarahkan calon pembeli ke pemilik barang, untuk selanjutnya mereka sendiri yang akan melakukan pemesanan.


Cari uang online pemula bisnis online reseller dropship
Skema bisnis online reseller dropship


Ada banyak sekali produk yang bisa dipasarkan melalui model reseller dropship ini. Dan semuanya memiliki peluang yang sama besar untuk sukses.

Anda juga berminat? Ayo cari tahu infonya lebih lanjut mengenai teknis dan lain-lainnya yang sudah banyak ditulis dan diposting di internet. Agar skema cari uang online Anda semakin beragam dan berkembang. :)

Good luck!

Wednesday, May 14, 2014

2 Langkah Awal Memulai Bisnis Afiliasi

Affiliate program (dalam tulisan ini selanjutnya saya menyebutnya bisnis afiliasi) adalah suatu program yang membolehkan Anda untuk bergabung di dalamnya dengan menjual produk/jasa suatu perusahaan dan mendapatkan komisi dari hasil penjualan tersebut.
Memulai bisnis afiliasi relatif mudah. Yang perlu Anda lakukan adalah menentukan ide produk/jasa apa yang akan Anda pasarkan. Kemudian mencari perusahaan yang memiliki produk/jasa tersebut, bergabung sebagai anggota afiliasinya, dan…mulai deh memasarkan produk tersebut.
Menentukan produk/jasa yang akan dipasarkan
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menentukan produk/jasa apa yang akan kita pasarkan melalui program afiliasi ini. Salah satunya adalah dengan melakukan riset terhadap keyword yang berhubungan dengan produk/jasa tersebut, dan seberapa banyak marketer lain (pesaing Anda) yang menjual produk/jasa tersebut.
Idealnya adalah Anda memilih produk/jasa yang paling banyak dicari oleh pembeli online, namun paling sedikit dijual oleh marketer lain.
Membuat website
Langkah selanjutnya adalah membuat website untuk memasarkan produk/jasa tersebut. Dalam membuat website ini Anda membutuhkan bahan-bahan (gambar, artikel, foto, template, video, audio, dan sebagainya) yang berhubungan dengan produk/jasa tersebut dan akan Anda letakkan dalam website Anda.
Kemudian Anda mencari pengunjung (disebut ‘traffic’) untuk mengunjungi website Anda tersebut. Semakin banyak akan semakin baik, sebab pengunjung-pengunjung inilah yang kemungkinan akan menjadi pembeli produk/jasa yang Anda pasarkan tersebut.
Cara menjaring pengunjung ini misalnya melalui media sosial seperti facebook dan twitter.